The Lonely Planet Story – Must Read! :)

Buku ini hasil hunting pas Gramedia lagi 30% all-items sale di Grand Openingnya Grand Indonesia seminggu yang lalu.  Nemunya juga nggak sengaja, tumben banget saya nggak tau ada buku ini… Tapi jadi salah satu buku favorit akhirnya.

Buku ini menceritakan perjalanan dan kisah sukses Lonely Planet.  Nggak seperti cerita sukses lain yang biasanya ditinjau dari sisi bisnis & pemasaran yang cenderung serius,  buku ini dikemas ringan dan diselipi cerita perjalanan Tony & Maureen Wheeler, pendirinya.  Dari awalnya mereka mempublikasikan jurnal perjalanan karena faktor uang dan sering ditanya2 tentang perjalanannya, sampai akhirnya buku perjalanan Tony & Maureen jadi kitab sucinya para traveler.

Pelajaran yang saya dapat dari buku ini:

Cerita perjalanan pastinya! Inspirasi rute perjalanan dan survive di perjalanan tersebut.  Apalagi di tahun 70-an dimana telepon masih jadi barang langka, Singapura baru mulai mengembangkan diri, dan internet belum berjaya.  Betapa enaknya saya hidup di jaman sekarang yang sangat gampang memperoleh informasi, tapi sayangnya masih belum punya nyali untuk jalan😛

Network is very important! Tony & Maureen Wheeler selalu menjaga hubungan baik dengan semua orang, karena beberapa orang yang ditemui di perjalanan akhirnya jadi tim penulisnya, sama2 membesarkan lonely planet, atau melancarkan bisnis.

Bisnis bisa tetap jalan hanya dengan insting! Pada awalnya mereka menjalankan bisnis tanpa rencana yang jelas, hanya sesuai insting dan kebutuhan hidup.  Tapi peka terhadap insting bukan satu-satunya faktor penting, network kuat yang mendukung bisnis mereka, dan juga kemauan mereka untuk terus menjalankan bisnis.

Fokus! Mereka jatuh bangun untuk membuat –dan hanya membuat- buku panduan perjalanan.  Kalaupun ada diversifikasi produk, tidak akan jauh melenceng dari perjalanan, seperti kamus ungkapan daerah tertentu, atau buku kisah sukses ini.  Mereka bekerja serabutan di awal juga untuk membiayai perjalanan.

Berani mengambil risiko! Semua pelaku bisnis harus punya sikap ini kalau mau lebih maju.  Lonely Planet berani membuat buku panduan berbahasa Perancis dan membuka kantor cabang disana, yang berarti mempersempit pasar dengan effort yang lebih besar.  Buku panduan tidak bisa hanya diterjemahkan ke dalam bahasa tertentu, karena buku panduan sifatnya general seperti : memuat bagaimana cara menuju ke Nepal dari semua negara.  Kalau dibuat dalam bahasa Perancis, tentu yang relevan hanya bagaimana pergi ke Nepal dari Perancis.  Pada akhirnya kantor Perancis ditutup karena tidak menguntungkan.

Kerja keras!  Poin terpenting untuk menjalankan hidup kita sebaik-baiknya.  Buku ini menceritakan suka duka jadi travel writer yang harus meliput banyak tempat dalam waktu singkat dengan deadline ketat.  Apalagi di awal2 penerbitan Lonely Planet, mereka mengerjakan semuanya sendiri dari mulai menulis perjalanan, mengedit, menyusun layout, mencari percetakan, mendistribusikan ke toko2 buku, menagih pembayaran.  Semua proses dari hulu sampai hilir.

Untuk aku yang hobi baca buku untuk menenangkan pikiran dari yang ruwet, buku ini bisa menambah banyak pengetahuan tanpa harus aku berpikir keras.  A must-read book!

2 thoughts on “The Lonely Planet Story – Must Read! :)

  1. Hebat…mereka menjalankan bisnis cuma menuruti hobi dan insting tap cara2 yang diterapkan sama seperti yang diajurkan pakar-pakar entreprenuership…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s