Tips untuk Perjalanan di İstanbul

Berdasarkan pengalaman jalan-jalan ke İstanbul awal tahun ini, ada beberapa tips yang akan berguna jika saya berkesempatan pergi lagi ke İstanbul, atau mungkin berguna juga buat teman-teman, antara lain :

Menukar uang di Sultanahmet/pusat kota untuk menghindari potongan komisi

Dilihat sekilas, nampaknya kurs di airport sangat bagus.  YTL 1,75 untuk setiap 1 USD.  Yang tidak saya perhitungkan adalah adanya potongan untuk komisi money changer.  Setelah dihitung, walaupun kurs di Sultanahmet hanya YTL 1,55 untuk USD 1, masih jauh lebih bagus daripada kurs di bandara yang dipotong komisi hingga menjadi sekitar YTL 1,2-1,35 untuk setiap USD 1.  Tukar uang di bandara penting, tapi sedikit saja.  USD 50 sudah cukup untuk modal awal biaya transportasi dan makan.

Pertimbangkan untuk membeli Akbil atau İstanbulkart

Karena saya sering membutuhkan kendaraan umum, saya membeli İstanbulkart untuk kemudahan dan menghemat tarif.  Kartu itu semacam Ezlink di Singapore atau Octopus Card di HK.  Hanya repotnya, İstanbulkart tidak bisa kami temukan di airport.  Saya akhirnya baru membeli di semacam warung di dekat Sultanahmet tramstop, yang tentunya deposit pada kartu tidak bisa kembali karena kartunya pun tidak bisa dikembalikan.

Satu kartu bisa dipakai untuk beramai-ramai.  Harga kartunya YTL 7, jadi kalau kira-kira akan lebih dari 14x naik kendaraan umum, akan lebih baik kalau tiap orang punya kartu sendiri, karena diskon tarifnya sudah cukup untuk mengcover biaya kartu.  Tarif normal sekali jalan adalah YTL 1,75, sedangkan untuk pemegang İstanbulkart hanya YTL 1 untuk orang pertama dan tidak ada diskon untuk orang berikutnya untuk setiap trip.

İstanbul itu berbukit-bukit!

Saat melihat peta, bisa jadi kita memperkirakan jarak 500m bisa ditempuh dalam 5 menit.  Tapi karena jalanannya yang berbukit-bukit, harus diperhitungkan ulang waktu tempuhnya agar kita tidak terlambat untuk pergi ke suatu tujuan.  Tentunya jalan berbukit lebih melelahkan

Memilih tempat sholat dan wudhu dalam cuaca dingin

Di dalam masjid biasanya berlantai kayu, yang terdapat heater di beberapa bagiannya.  Jadi saat masuk ke masjid, bergabunglah dengan sekelompok orang karena besar kemungkinan di area tersebutlah terdapat heater di bawah lantai kayu.  Lantai yang hangat menambah kekhusyukan sholat tentunya.

Saat berwudhu, mau tidak mau kita harus melepas sepatu dan kaos kaki.  Selalu siapkan tisu atau saputangan, supaya sesaat setelah wudhu bisa langsung mengenakan lagi sarung tangan, kaos kaki dan sepatu.  Juga mengurangi rasa dingin di kulit.

Ada tempat souvenir selain Grand Bazaar

Grand Bazaar adalah daerah turis, otomatis harganya juga harga turis.  Kecuali kalau tidak ada waktu atau memang suka menawar dengan tega, Grand Bazaar mungkin bisa jadi pilihan.  Tapi buat saya, harga di Spice Bazaar lebih murah tanpa harus adu ngotot menawar.  Bahkan di sekitar Gülhane Tramstop di dekat Topkapı, banyak toko souvenir dengan harga pas yang cukup murah.

Memesan tiket Whirling Dervishes

Menonton pertunjukan whirling dervishes a.k.a tarian berputar-putar yang merupakan salah satu bentuk pemujaan kepada Allah dari aliran sufisme, walaupun mahal tapi merupakan atraksi yang menarik.  Untuk menghindari antrian atau malah kehabisan tempat di musim ramai, sebaiknya memesan terlebih dahulu.  Saya meminta bantuan hotel untuk memesan, tanpa fee tambahan, dibayarkan langsung saat datang sebelum pertunjukan.  Ada beberapa tempat pertunjukan seperti yang direkomendasikan artikel @wizardistanbul di websitenya.  Silahkan pilih sesuai kesukaan dan budget.  Saya memilih Hodjapasha karena lightingnya yang menarik.

Memilih Hamam atau Turkish Bath

Banyak hotel yang menyediakan hamam, atau marble room untuk mencoba Turkish Bath.  Hotel tempat saya tinggal pun menyediakan fasilitas ini dengan gratis.  Masalahnya, hamam di hotel biasanya campur antara laki-laki dan perempuan, dan jarang yang menyediakan Turkish massage.  Dari hasil browsing, hamam yang ada pemisahan area antara lain Cağaloğlu, Çemberlitaş, dan Suleymaniye Hamami.

Bahasa yang Digunakan

Banyak orang Turki yang mengerti bahasa Inggris, terutama di sisi Eropa.  Tidak demikian halnya dengan orang-orang di sisi Asia.  Jadi bahasa tubuh tetaplah penting untuk digunakan :P  Tak  perlu khawatir, pada dasarnya orang turki sangat ramah kok, dan sangat membantu apabila kita bertanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s