Yang Tertinggal dari Mekah – Madinah : Cerita dari Dunia

Menang hadiah kuis #1bulanbukagratis dari @kartupos gara-gara foto di samping mengingatkan saya pada perjalanan haji tahun lalu.  Ada satu hal yang membuat kangen : kesempatan bertemu dengan orang-orang (terutama muslimah) dari seluruh dunia dan mendengar cerita mereka.  Hanya dengan mengunjungi satu negara, saya merasa seperti sedang mengelilingi dunia termasuk mengunjungi negara-negara yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Selain dari Indonesia, muslimah yang juga banyak saya jumpai adalah dari Turki.  Mereka banyak yang tertarik dengan mukena Indonesia dengan bordiran atau kerenceng yang khas, juga cover Al Qur’an yang cantik-cantik.  Saya mengobrol dengan muslimah Turki dari yang sudah tua dan konservatif sampai yang masih gadis dengan dandanan keren di balik abaya.  Ada yang minta dibacakan ayat kursi, sampai yang menyiprati muka saya dengan air zam-zam karena saya mengantuk saat menunggu solat subuh :p

Sambil memandang ka’bah, saya pernah mengobrol dengan muslimah dari Algeria (Aljazair) dengan Bahasa Inggris yang terpatah-patah.  Bukan, bukan karena dia tidak bisa berbahasa asing, tapi Bahasa Inggris bagi mayoritas warga Algeria adalah bahasa ketiga setelah Bahasa Arab dan Bahasa Prancis.  Dia takjub mengetahui bahwa banyak orang Indonesia yang berbahasa Inggris, sama seperti saya takjub mengetahui bahwa Algeria adalah negara terluas di Afrika dengan perekonomian yang cukup maju.  Saya tersentak saat dia bertanya kenapa saya muslim tapi tak bisa Bahasa Arab, hingga saya didoakan olehnya agar suatu hari nanti bisa menguasai Bahasa Arab.  Saya mengamini doanya dalam hati.

Saat ngadem di daerah ber-AC di Masjidil Haram, saya sempat mengobrol dengan ibu dari Sudan.  Sebetulnya Sudan memang negara miskin, tapi kehidupan orang yang berpendidikan tinggi sangat baik.  Seperti ibu ini yang lulusan hukum sebuah universitas di Sudan, dia bekerja di Kementrian Kehakiman.  Menurutnya, karena sarjana masih sedikit, mencari pekerjaan bagus masih cukup mudah.  Setiap tahun Kementrian tempatnya bekerja mengundi 40 karyawan untuk mendapat hajj allowance.  Nanti gaji mereka akan dipotong sampai pinjaman tersebut lunas.  Sangat menolong, karena kalau menabung entah kapan bisa berangkat.

Di Madinah, saya terkagum-kagum mengetahui bahwa Tanzania yang selama ini hanya saya dengar namanya ternyata juga negara berkembang.  Saya mengobrol dengan seorang Tanzania yang berbahasa Inggris dengan sangat bagus.  Ternyata dia sedang mengambil Master of Public Health di London – UK.  Dia banyak bercerita tentang kehidupan muslim di UK yang ternyata tidak seburuk apa yang diberitakan di media massa.  Selama dia di London, dia tidak menghadapi kesulitan berarti untuk beribadah.

Dari muslimah Guinea yang adalah geologist dengan spesialisasi sebagai diamond valuator, saya jadi tahu bahwa orang Afrika juga memakai kain bermotif yang juga mereka sebut “batik”.  Jadi yang seragam hajinya batik bukan cuma dari Indonesia lho!  Teman-teman dari Afrika, terutama negara-negara di Afrika Barat juga pakai seragam batik.  Beda daerah, apalagi beda negara, sudah tentu motifnya berbeda.  Dan seperti pakaian mereka yang warna-warni, batik mereka pun berwarna cerah.  Yang paling sering saya lihat berseliweran adalah batik Guinea dengan tulisan “Pelerinage” atau Pilgrimage.

Dari ngobrol dengan beberapa muslimah asal Afrika, ada kesamaan pendapat dari mereka mengenai saya : kamu Cina ya? Awalnya saya masih terkaget-kaget, kulit sawo matang dan mata nggak (terlalu) sipit gini kok dibilang orang Cina.  Ternyata mereka nggak bisa membedakan rumpun Melayu dengan Cina, jadi buat mereka semua orang Asia itu sama😉

Di perjalanan inilah saya juga jadi yakin bahwa mayoritas cewek Uzbekistan cantik-cantik.  Bahkan yang sudah tua pun terlihat gurat cantiknya.  Sambil ngemil kurt (semacam keju asin yang dikeringkan) pemberian ibu-ibu Uzbekistan, saya menceritakan bahwa banyak model terkenal di Indonesia yang berasal dari negaranya.  Tapi mereka tidak percaya, mungkin yang menurut saya cantik, buat mereka biasa saja🙂

Mengobrol dengan banyak teman baru ini selain mengusir kantuk, sudah pasti menambah wawasan saya dan mengingatkan bahwa pengetahuan saya masih sangat sedikit.  Banyak hal yang masih harus saya pelajari lagi, dan banyak tempat di dunia ini yang masih harus saya kunjungi.

2 thoughts on “Yang Tertinggal dari Mekah – Madinah : Cerita dari Dunia

  1. Astrid, baca cerita pengalaman haji ini bikin aku tambah kangen sama tanah suci dan mengingatkan kita bahwa kita ini hy sebagian yg keciiil sekali dr kekuasan Nya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s