Bertualang Bersama Supernova

Saya sudah kenal Supernova sejak episode pertama “Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh” terbit dalam edisi kertas koran sekitar tahun 2001 (yang sayangnya bukunya tidak dikembalikan oleh peminjam). Buat saya yang saat itu masih jadi mahasiswa di perantauan, buku dengan kertas koran adalah ide brilian untuk penghematan kantong! Hasrat membaca tersalurkan tanpa harus membeli bajakan di Palasari😉

Ide brilian @deelestari tidak cukup sampai di edisi kertas koran. Keping demi kepingnya sendiri brilian kalau tidak mau disebut gila. Saya yang pembaca novel-novel cheesy, bisa-bisanya terhipnotis dengan alur cerita Supernova sampai membaca ulang semua serinya. Tentu saja bagian yang terlalu sains yang dibahas Reuben atau cerita tentang enteogen yang diterima Zarah banyak yang saya abaikan dan tidak saya coba pahami. Juga penjelasan Ibu Sati mengenai ekuilibrium proton-elektron. Rasanya saya lebih bodoh daripada Elektra, dan tidak berminat untuk sok pintar memahami semuanya.

Tapi deskripsi Asia Tenggara versi Bodhi benar-benar bikin saya penasaran ingin mengunjungi Myanmar, Laos, dan mengumpulkan dolar di Golden Triangle!😀 Perjalanan Zarah juga membuat saya ingin ke Tanjung Puting dan London, terutama mendengarkan British accent orang-orangnya. Dan tentunya ingin sekali ikut Gio ke Amazon.

Cerita Zarah dan Elektra membuat saya kangen dengan suasana Bogor dan Bandung, kota tempat saya tumbuh besar dan bersekolah. Rasanya ingin berlama-lama di kedua kota itu. Menatap Bukit Jambul yang entah dimana, juga ingin ikut nongkrong berjam-jam di Elektra Pop.

Untuk petualangan emosi, sudah pasti campur aduk. Ketawa2 membayangkan tingkah orang2 elektra pop, senyum miris saat Diva mengumumkan hasil penjurian lomba modelling anak-anak, terharu saat perpisahan Zarah dan Sarah, perasaan teriris saat Bodhi menato Kell terakhir kalinya, nggak sabar dengan akhir cerita Kesatria yang selalu diselingi perdebatan Dimas dan Reuben.

Nggak sabar juga menunggu kemunculan tokoh berikutnya : Alfa dan episode Gelombang dan Intelegensi Embun Pagi. Tolong yaa.. @deelestari jangan pake lama nulis keping-keping berikutnya,jangan sampai 8 tahun menunggu seperti Partikel. Saya superrrr penasaran!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s