Terbang bersama Bayi Kembar

Mau berbagi info, terutama buat yang mau terbang dengan bayi kembar (or 2 infants of any age) dengan sit-on-lap’s ticket. Buat yang lain, mudah2an bisa mengerti kalau saat boarding diminta pindah duduk karena kalau tidak berdekatan, kami akan sangat repot dan penumpang lain tentu tidak suka kalau ada bayi2 berisik.

Di banyak jenis pesawat, hanya ada satu masker tambahan (untuk darurat) di setiap row/block. Jadi tidak bisa ada 2 bayi yang dipangku, duduk bersebelahan. Harus terpisah lorong atau terpisah baris.

Di sebagian jenis pesawat lain, bisa ada 2 bayi dipangku bersebelahan. Kalau di bassinet area untuk long haul flight, biasanya bisa bersebelahan di banjar tengah.

Sebelum pesan tiket, tentunya saya konfirmasi dulu dengan kantor jakarta (jetstar) apakah di pesawat yang akan gue naiki, 2 bayi dipangku bisa duduk bersebelahan. Sampai 3 kali mereka bilang bisa. Konfirmasi terakhir yang saya dapatkan adalah tidak adanya aturan tertulis perusahaan yang melarang dua bayi duduk bersebelahan. Akhirnya saya pesan tiket dengan seat arrangement kami berlima bersebelahan di 3 kursi.

Dasar ibu parno, saya tetap menyiapkan 2 amenities kit untuk masing-masing bayi. Daannn… kekhawatiran saya terbukti. Kami disuruh berpisah saat boarding. Tukar kursi. 

Jempol ayah to the rescue, mau switch babies saat take off dan landing repot kalau terpisah gitu.  Mau protes juga percuma, saya paham bahwa aturan penerbangan dibuat untuk keselamatan kami juga. 

Setelah saya masuk ke forum ibu2 beranak kembar, saya baru tau kalau kejadian dipindahkan saat boarding juga terjadi di airlines apapun di negara manapun. Itu karena petugas di (ticketing) office, bahkan ground crew banyak airlines, sering kurang aware dengan aturan ini. Boarding pass dikeluarkan tetap untuk kursi berderet.

Moral of the story :

– Buat airlines, informasi seperti ini harusnya sampai ke semua petugasnya

– buat ibu-ibu berbayi kembar, siapkan sajalah 2 set teether/snacks/pacifier/mainan dll. Lebih mungkin bayi2 itu dipisah daripada tidaknya. Walaupun ternyata si bayi lebih suka ngisep jempol ayahnya buat mengurangi sakit telinga 😂 dan minta tolong mbak pramugarinya saja saat switch babies, mereka pasti bantu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s