Musim Dingin

image

Dulu waktu kecil, saya kira winter itu pasti bersalju dan hanya terjadi di negara-negara berbahasa Inggris. Lebih salah kaprah lagi, saya kira semua negara di Benua Eropa dan Amerika berbahasa Inggris dan mengalami empat musim 😁  Walaupun di sekolah saya suka pelajaran peta buta dan geografi, tetap saja saya tidak menyadari kesalahan asumsi saya.

Membutuhkan banyak perjalanan dan interaksi dengan orang hingga saya paham bahwa empat musim terjadi di tempat yang terletak di bagian utara atau selatan bumi, bukan tergantung negara atau benuanya.  Waktu ke Vietnam, saya baru sadar kalau Ho Chi Minh City mengalami dua musim, sedangkan Hanoi mengalami empat musim, padahal kedua kota tersebut ada dalam satu negara.

Waktu kuliah, pertama kalinya keluar negeri, saya pergi ke Jepang di musim panas. Setibanya disana, saya kaget karena suhunya sampai 41’C. Saya pikir kalau negara empat musim ya musim panasnya sejuk. Jadi saat itu saya bahagia sekali ketika akhirnya sampai di  Singapura sebelum pulang, sejuk! *Iya, 32’C itu sejuk ;)* Untungnya air keran bisa diminum, kalo tidak, bisa-bisa saya mati kehausan karena uang saku tidak cukup untuk jajan.

Dengan asumsi tanpa dasar pula, saya santai saat pertama kali pergi di musim dingin ke Beijing. Saya pikir tidak ada salju di Benua Asia. Saya tidak membawa winter coat, apalagi thermal wear. Sepatu juga cuma sepatu keds biasa. Sampai sana saya jatuh sakit karena suhu -5’C. Padahal salju sudah tinggal sisa saja, tapi tetap saja dingin.  Sesampainya di rumah, saya cuma bisa tergolek di tempat tidur hingga hampir seminggu.

Di perjalanan lain, lagi – lagi saya menyepelekan winter.  Saya santai saja saat tiba di Dubai. Saya pikir, paling sedingin Madinah saat musim haji lah. Hingga tiba waktunya saya keluar dari hotel hanya dengan selapis pakaian. Baru melangkahkan kaki di halamannya saja saya langsung memutuskan kembali ke kamar untuk mengambil jaket.  Suhunya memang hanya 12’C, tapi angin dinginnya menusuk kulit.  Nggak sanggup deh saya meneruskan berjalan kaki 500m ke stasiun kereta terdekat.

Setelah sekian kali salah paham dan salah kostum, saya tentu lebih mempersiapkan pakaian saat pergi.  Walau di Beijing sempat dapat sisa salju, tapi ternyata saya tetap norak saat pertama kali merasakan hujan salju. Saat jalanan sepi karena orang lebih memilih di rumah, saya malah sengaja menyusuri jalanan Istanbul demi merasakan hujan salju. Tanpa payung! 😉

Alhamdulillah saya tidak pernah terjebak badai salju, hanya penundaan penerbangan selama beberapa jam saja. Saya baru tahu kalau pesawat harus di-coating bahan kimia tertentu sesaat sebelum lepas landas, jadi antrian pesawat di runway lebih lama dari biasanya.

Semua salah kaprah dan salah kostum itu terjadi karena saya tidak melakukan riset sebelum pergi.  Setelah banyak kesalahan itu, barulah saya mencari tahu tentang cuaca dan kebiasaan di tempat tujuan, terutama setelah punya bayi. Bahkan cenderung berlebihan menghadapi musim dingin. Terbukti dengan jarangnya bayi saya dipakaikan coat saat di Tunis. Tapi lebih baik berjaga-jaga. Gawat kan kalo sampai bayi saya sakit!

Yang Tertinggal dari Mekah – Madinah : Cerita dari Dunia

Menang hadiah kuis #1bulanbukagratis dari @kartupos gara-gara foto di samping mengingatkan saya pada perjalanan haji tahun lalu.  Ada satu hal yang membuat kangen : kesempatan bertemu dengan orang-orang (terutama muslimah) dari seluruh dunia dan mendengar cerita mereka.  Hanya dengan mengunjungi satu negara, saya merasa seperti sedang mengelilingi dunia termasuk mengunjungi negara-negara yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Continue reading

Bangladesh Tidak Hanya Tentang Kemiskinan & Tempat Kumuh

Sore ini di Masjid Nabawi, saya memilih untuk tidak pulang ke hotel setelah solat Ashar demi beribadah lebih lama.  Tapi ternyata saya tidak khusuk karena mengantuk, jadilah mulai tengok kiri-kanan mencari teman baru.  Sebelah saya cewek Bangladesh yang umurnya 22 tahun.  Dia sudah menikah 3 tahun, tapi belum ada anak.  Saat saya tanya kenapa menikah di usia yang sangat muda, menurutnya dia sudah agak tua ketika dijodohkan.  Teman-teman sebayanya sekarang sudah punya anak yang sudah usia sekolah. Continue reading